Tampilkan postingan dengan label SOSIAL BUDAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SOSIAL BUDAYA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Agustus 2012

Pernak Pernik Ramadhan


Ramadhan penuh berkah. Pintu-pintu rahmat dan ampunan terbuka bagi semua muslim dan muslimah. Lailatul Qadar menanti. Hanya tinggal bagaimana meraihnya. Dengan ibadah yang sungguh-sungguh dan ikhlas karena Allah.
Di bulan ramadhan ini. Di suguhkan santapan rohani. Berbagai wejangan, ceramah agama dengan berbagai tema di paparkan oleh para dai, ustad dan ulama. Yang akan menambah khasanah pengetahuan kita tentang islam dan juga khasanah iman tentunya.
Kegembiraan bulan ramadhan terpancarkan sejak awal ramadhan. Saat bangun untuk bersantap sahur. Dan berpuasa di keesokan harinya. Dengan menahan diri dari segala yang membatalkannya. Dan akan lebih terasa ketika telah tiba waktu berbuka. Hingga nanti saat kemenangan tiba.
Hanya sayang. Setiap ramadhan pula. Letusan-letusan petasan akan selalu menggema. Pelakunya

Kamis, 19 Juli 2012

MENJAGA ASET BANGSA

Indonesia memiliki ragam budaya. Semua tersebar dari sabang sampai merauke. Dan budaya tersebut terkandung nilai-nilai luhur setiap daerah. Pesan-pesan moral para leluhur mengalir di setiap budaya itu. Sangat sayang, bila budaya bangsa di klaim sebagai milik negara lain. Sebut saja Malaysia, setelah Reog Ponorogo, Angklung (Alat Musik Khas Jawa Barat) dan Tari Pandet asal Pulau Dewata Bali. Kembali Tari Tor-Tor dari Sumatra Utara di klaim sebagai miliknya (http://artikel-populer.blogspot.com/2012/06/5)
Konsul Jenderal Malaysia untuk Medan Norlin Binti Otman menjelaskan bahwa Malaysia tidaklah mengklaim Budaya Indonesia. Tapi di perakui atau memperakui. Maksudnya yaitu di angkat, di sahkan atau di setujui. Dengan di setujuinya dan tercatat di Pemeribntahan Malaysia, maka budaya tersebut bisa lebih berkembang serta makin leluasa untuk di tapilkan termasuk acara resmi negara bahkan juga mendapatkan pembinaan. (Parepos 21/6/2012)
Mungkin sebuah kebanggaan apabila budaya kita sampai di kembangkan di negara lain. Tapi bagaimana dengan bangsa kiat sendiri. Apakah kita mampu mengembangkan budaya kita. Yang semakin hari seakan semakin terkikis. Bukan hanya pemerintah yang tidak berperan aktif dalam

Bukan Sekedar Lembaga Penerbangan Dan Antariksa Nasional

Lapan tidak hanya di kenal sebagai Lembaga Penerbangan Dan Antariksa Nasional dengan satelit yang menjulang  tinggi bak parabola televisi  yang sangat besar. Bagi beberapa orang . Lapan adalah adalah tempat untuk menghilangkan kejenuhan dan kepenatan selama beraktifitas seharian.
Bila sore mulai tiba, pemuda pemudi baik mahasiswa ataupun bukan. Akan datang berkunjung memenuhi hamparan rumput hijau pekarangan luar kantor. Banyak yang datang dengan berombongan. Tapi mungkin ada diantara mereka yang menjadi pengunjung tetap. Yang setia datang walupun sendirian. Hanya sekedar untuk cuci mata. Seorang teman pernah berkata bahwa bagus jika kita berkunjung ke lapan di sore hari. Karena akan banyak gadis di sana.

Budaya Bahasa Telah “Diperkosa”


Ujaran ujaran yang sering dilontarkan oleh kalangan remaja Parepare sudah banyak mengalami perkembangan. Tapi tunggu dulu perkembangan yang di maksud bukan secara kualitas tapi secara kuantitas. Memprihatinkan, itulah kata yang sesuai dengan kebiasaan remaja Parepare sekarang, tidak terkecuali bagi Mahasiswa UMPAR sendiri.
Mungkin  sering mendengar kata kata yang bernada kasar dan tidak beretika, mungkin kita sering dengar kata kata seperti  DOG (bahasa bugis) , MONKEY (bahasa bugis), dan masih banyak lagi yang lain.  Apakah ini memang perkembangan bahasa sekarang. Apapun alasannya itu tidak baik diucapkan ataupun didengarkan. Tapi anehnya, mereka yang mengucapkannya ataupun yang mendengarkannya menganggapya sebagai hal yang biasa bahkan telah menjadi kebiasaan  yang sulit dihindari. Apakah memang budaya remaja sekarang haruslah begitu atau hanya itu sebagai gaya gayaan bagi mereka yang melakukannya….??? Sebagai masyarakat yang berpendidikan kita sudah seharusnya menghindari hal yang seperti itu.

Rabu, 18 Juli 2012

Sungguh LUCU dan MEMALUKAN, Muslim yg seperti ini!

Ini contoh sederhana yg mungkin sadar/tanpa disadari sering kita lakukan sehari-hari.

Terkadang kita akan dengan senang hati, tanpa terasa menghabiskan&meluangkan waktu kita u/:
5-8 jam (+/- 33% waktu kita dalam sehari) untuk tidur!!
2-4 jam (+/- 17% waktu kita dalam sehari) untuk maen game-internet, nonton TV, membaca koran&majalah!!
1-2 jam (+/- 8% waktu kita dalam sehari) untuk telp2an, SMSan ma pacar/gebetan!!

Dan apa yg terjadi dengan Sholat Wajib 5 waktu kita yg hanya +/- 50 Menit (hanya 4% waktu kita dlm sehari!!)

atau waktu kita u/ membaca Al-Qur’an yg hanya +/- 15 Menit (hanya 1% waktu kita dlm sehari!!),

JANGAN PANGKU LAPTOP KONEKSI WIFI

SEBAIKNYA kebiasaan memangku laptop yang sedang terkoneksi dengan jaringan WiFi dihentikan. Sebuah studi menyimpulkan kualitas sperma mungkin menurun di dekat laptop yang tengah terkoneksi WiFi. Studi tersebut dilakukan oleh para peneliti di Argentina yang dimuat dalam jurnal medis Fertility and Sterility.

Seperti diberitakan Reuters, Selasa, 29 November, para periset mengambil sampel sperma dari 29 orang dewasa sehat. Kemudian meletakannya di bawah laptop yang terkoneksi dengan WiFi serta sedang men-download konten.

Hasilnya, sperma jadi sekarat. Seperempat sprema tak mampu lagi berenang, padahal sampel yang diletakkan di tempat yang jauh dari jangkauan laptop dengan temperatur yang sama, 86 persen masih bisa melakukannya.

Kemudian 9 persen sperma yang diletakkan di dekat laptop menunjukkan kerusakan DNA. Jumlah ini tiga kali lipat dibandingkan sperma yang diletakkan di tempat lain. Para peneliti menyimpulkan kemungkinan radiasi elektromagnetik dalam komunikasi nirkabel bisa merusak sperma.

"Data kami memberi kesan pemakaian laptop yang terkoneksi di internet dan diposisikan di dekat organ reproduksi pria mungkin menurunkan kualitas sperma," tulis laporan periset itu. Namun semuanya masih berupa kemungkinan yang belum jelas.

Dr Robert Oates selaku presiden Society for Male Reproduction and Urology pun tidak yakin dengan hasil riset itu dan menyatakan orang tidak perlu panik.

K-POP VIS AVIS MUSIK LOKAL


K-pop? Siapa yang nggak kenal sekarang ? Arits, dancer, korea, itulah yang mungkin akan tergambar dalam pikiran kita jika mendengar kata “K-pop”. Bagaimana tidak, para remaja sekarang telah terkena demam K-pop tak terkecuali mahasiwa-mahasiswa. Bahkan mereka tak segan-segan berteriak histeris  saat mereka melihat arits-artis K-pop mereka berlaga di panggun, ya… walaupun mereka tidak melihat secara langsung, tapi tetap saja seperti itu dan anehnya itu sudah di anggap biasa oleh mahasiswa
Apa sih sebenarnya K-POP itu ? K-POP berasal dari dua kata yaitu “K” (Korea), POP adalah bentuk kata acuan popular, secara sederhana sesuatu yang disenangi/digemari secara kolektif. Jadi K-POP itu adalah Korea popular.
Rasa Euforia
Tak heran jika para remaja dan mahasiswa menyukai K-POP walau mereka sendiri tidak

SECUIL CINTA SANG AKTIVIS

Kalau bertanya seperti apakah seorang aktivis itu? Pasti dibenak kita yang timbul adalah Mahasiswa, sering aksi ataupun demo ,aktif oraganisasi, gemar berlembaga, meyuarakan aspirasi dengan demo ataupun media lain. Itulah sebahagian kecil penalaran orang-orang tentang seorang aktivis. Aksi adalah hobinya, berdebat adalah makanan sehari-harinya, berteori adalah kesukaannya, dan retorika adalah senjata andalannya.
Pertanyaannya kemudian bagaimanakah seorang aktivis ketika diperhadapkan dengan sebuah cinta?. Sesuatu yang jarang diperbincangkan bagi seorang aktivis seakan terkesan tidak dipedulikan. Bagaimana cinta seorang aktivis, apakah dia tetap masih mengingat yang namanya cinta ketika sudah turun kejalan -melakukan demo-?, Dapatkah dia membagi waktunya untuk urusan organisasi,

Selasa, 17 Juli 2012

Sepuluh Orang Untuk Boyband (Refleksi Diskusi Penulis Dengan Muh. Ramdhan Dan Joy Sem)

Melirik fenomena kepemudaan dalam ruang gerak mahasiswa. Mungkin sudah bisa di katakan bahwa nilai gerak itu sudah berkurang jika tidak mau di katakan pergerakan itu sudah nyaris putus bahkan hilang.
Bagaimana tidak. Mahasiswa sudah tidak lagi mencerminkan dirinya sebagai Control of Social, Agen of Change dan Power of Balance. Ketiga fungsi mahasiswa tadi. Sudah tidak mendarah daging lagi di setiap nadi mahasiswa. Padahal dalam sejarah sejarah silam. Mahasiswa adalah pelopor runtuhnya Zaman Orde Baru dan tergantikan dengan Orde Reformasi.
Pertanyaannya kemudian, apakah mahasiswa mampu melakukan hal yang serupa? Atau hanya menjadi buaian sejarah yang melelapkan pergerakan mahasiswa, sehingga kontrol terhadap kondisi sosial yang sudah carut marut. Baik di pemerintahan bahkan mungkin keadaan sekitarnya, hanya sebagian kecil yang  memperhatikan.
Mungkin itu semua merupakan imbas dari kurang aktifnya mahasiswa dalam kajian-kajian sosial. Buku bukan lagi kawan setia. Mungkin hanya menjadi pajangan rumah. Dan ada yang membeli buku bukan berdasarkan pergerakan mahasiswa. Tapi hanya membeli buku yang menjadi

Senin, 09 Juli 2012

AGENDA MEMERANGI ISLAM

Oleh : Muhammad Ramdhan
Jurusan Bhs. Inggris 
Semester VII

Sebuah kajian dari Kitab Hayatu Muhammad
Tulisan ini sebagai persembahan pada 10 Muharram 1432 Hijriah / 6 Desember 2011
Tentu kita mengenal Muhammad SAW, sebagai nabi yang mulia pembawa ajaran islam. Setiap harinya ketika pagi menjebak malam, muadzin disetiap mesjid dan mushallah akan menyerukan panggilan Tuhan yang disertai penyebutan nama agung Muhammad sebagai nabi dan rasul Allah, kepada setiap makhluk insani untuk mendirikan shalat sebagai bentuk ketundukan  kepada Pencipta. Begitupun ketika matahari hendak meninggalkan siang, dhuhur, ashar, maghrib dan isya ratusan

Pay it Forward


TIDAK TAKUT NILAI EROR

Nilai eror menakutkan bagi semua mahasiswa, siapa tidak takut kalau nilai eror membuat harus mengulang di tahun berikutnya. Bahkan ada yang tidak selesai sampai semester 16 gara-gara nilai eror. Tidak sedikit mahasiswa yang menjadi korbannya terutama mahasiswa Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR). Sebenarnya nilai eror yang keluar itu diakibatkan oleh mahasiswa itu sendiri selama perkuliahaan berlangsung. Mungkin karena mahasiswanya yang malas atau mahasiswanya yang memang tidak mengerti dengan materi kuliah ataukah mhasiswa yang tidak sempat ikut final. Yang menjadi sebuah pertanyaan adalah mungkinkah dosen mengeluarkan nilai eror kalau mahasiswanya cerdas, rajin dan menyelesaikan semua tugas serta mengikuti final dengan baik?
Dosen tidak mungkin mengeluarkan nilai eror kepada mahasiswa apabila serajin itu kecuali kalau mahasiswa itu nakal dan pernah berkata kasar kepada mahasiswa atau kepada dosennya langsung. Wajarkan..............! tapi hingga hari ini belum ada yang kejadian seperti itu walaupun ada, tidak akan separah itu hingga menemui nilai eror di KRS, paling tidak nilai yang keluar minimal “C”. Jadi jangan takut hal yang seperti itu tapi jangan juga sampai dilakukuan.
Lebih lucu lagi ketika kita menemukan mahasiswa yang masuknya hanya 3 kali tapi mendapatkan

BONGSAI INTELEKTUAL DI KAMPUS BIRU oleh: AZWAR BADO’

“Hormati dan cintailah kaum intelektual dan cintailah kaum INTELEKTUAL agar kita menjadi INTELEK, jika engkau dengki terhadap orang INTELEK kamu akan menjadi orang bodoh”
Pertemuan saya dengan kawan-kawan UKM PERS PENA yang menyampaikan kepada saya tema EDISI KE II dengan tema “KORBAN INTELEKTUAL” membuat akal saya merefleksi kezaman awal saya menginjakkan kaki di kampus biru ini. Ya….. LPKM, di sana saya dan ratusan mahasiswa baru setiap saat di bisikkan dan di teriakkan kata “INTELEKTUAL” sebagai bagian yang tidak bisa di pisahkan dari kata “MAHASISWA”. Saya sangat  yakin bahwa setiap zaman, generasi, bahkan peradaban akan melahirkan aktivis intelektual atau intelektual aktivis. Kita masih ingat di masa perjuangan kemerdekaan, semua intelektual adalah pejuang atau aktivis baik yang sekuler maupun agamais.

Alamamater 2010 Menemukan Solusi

Sudah setahun lebih mahsiswa 2010 tidak menggunakan almamater yang merupakan suatu simbolis/identitas mahasiswa UMPAR. Badan eksekitif mahasiswa Universitas Muhammadiyah Parepare (BEM UMPAR yang selaku penanggung jawab atas keterlambatan salah satu hak mahasiswa ini, membuka dialog kepada mahsiswa 2010 menyangkut tuntutan mahasiswa 2010 terkait alamater yang belum di bagikan sejak setahun yang lalu. pertemuan singkat yang dilaksanakan pada 12 Oktober 2011 (RED). Menemuka solusi bahwa mahasiswa 2010 diharapkan bersabar hingga bulan Desember 2011 karena konfeksi yang baru berjanji akan menyelesaikan Almamter 2010 sebanyak 1200 potong jas biru kesayangan UMPAR ini.
Tidak ada niat dari BEM UMPAR untuk membawa lari uang jas alamamater namun kendala yang dialami oleh BEM UMPAR ialah konfeksi yang pertama mengalami kecelakaan berupa kebakaran pada tempat penjahit jas ini, sehingga rencana keluarnya almamaterpun tertunda. Amiruddin tarawe yang nota bene kader Muhammdiyah ini yang menjadi perantara anatara konfeksi dan pihak BEM UMPAR sempat dicurigai akan membawa lari uang, namun waktu ditemui di toko buku Alfarabi depan UMPAR beliau mengatakan akan menggantikan uang tersebut di akhir bulan november sejumlah 39 juta yang telah diambil sebagai uang muka pada saat setelah masa ta'aruf 2010. "kain jas alamamater ini sudah dibeli dan dipotong sesuai pola jas alamamater dari hasil uang muka tadi, namun kecelakaan tidak ada yang minta yaitu kebakaran" kata pak amir yang sekarang berkecimpun di salah satu pertai politik.
ALLAZI ALLAMA BILKALAM ALLAMAL INSANA MALAM YA'LAM