Tampilkan postingan dengan label Edisi II. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edisi II. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Juli 2012

REDAKSI

SAHABAT PENA yang kami hormati,
Kehidupan memilki alur yang mesti di lalui oleh setiap mahluk hidup, ini  merupakan bagian dari sebuah proses kehidupan itu sendiri, apabila manusia mampu berproses dengan baik maka ridha Allah bersamanya, Insya Allah,namun bila tidak Nauzubillah.
Salah satu proses itu adalah gerakan kemahasiswaan. Sebagai seorang mahasiswa islam, yang mesti di miliki adalah keselarasan Ilmu dan Iman, semua itu tidak lain karena sebuah pengharapan untuk diri sendiri, agar kiranya Ilmu yang di dapatkan, Ilmu yang telah menjadikan manusia berintelektual, tidak menjadikannya angkuh, sombong dan takabur. Tapi Ilmu itu yang menjadikannya manusia yang selalu berbesar hati karena di saring oleh iman dan taqwa.
“Wakil rakyat seharusnya merakyat” kata Iwan Fals dalam lirik lagunya, dan begitu pulalah mahasiswa yang di kenal sebagai masyarakat intelektual, mesti mampu menempatkan diri di antara masyarakat biasa, berbaur dan “Merakyat”.
Mari membuka ruang kompetisi, berlomba-lomba dalam kebaikan, dan Insya Allah, dengan ridha-Nya yakinlah bahwa usaha pasti akan sampai.
REDAKSI

Jejak Petualang


Berawal dari niat ku rela meninggalkan jejak petualangan ku di desa yang di penuhi pepohonan dan gunung, demi mengaduh ilmu dan iman yang masih runtuh.
Di kota tempaku mengaduh ilmu ini, ada dua sahabat yang tidak pernah lepas dan meninggalkanku, ia adalah kelaparan dan penderitaan, walau ia selalu membuatku lemah dan sakit, tetapi ia tetap ku terima kehadirannya di sejarah hidupku, sebab ia bukanlah penghalang untuk mengejar harapan yang masih ada dalam mimpiku.
Kehadiran ku di kota ini, di ibaratkan seekor kucing yang ingin menncari sesuap nasi untuk anak-anaknya.
Aku hadir di kota ini bukan untuk menyiakan roda waktu yang selalu berjalan, akan tetapi aku ingin meninggalkan tempat ini dengan segudang ilmu, dengan segudang ilmu dan iman, untuk mewujudkan harapan dan impian yang masih ada dalam mimpiku yang di sambut dengan senyuman dan do’a dari yang menghadirkanku di dunia yang penuh dengan derama in.

Untaian Kata Seruan


Utlubul ilmi walau bissin
Berlarilah mengejar ilmu, jelajahi ilmumu yang belum terapaikan.
Kelilingi dunia yang luas ini, untuk memetik ilmu, jelajahi dunia yang di dalamnya, di penuhi oleh ilmu.
Ilmu tidak akan kemana-mana, hanya pencari ilmulah yang menyianyiakan waktunya, yang menunda-nunda undangan dari ilmu.
Ingat kawan..!!
Kita di jelajahi oleh kebodohan, akankah kita tertindas olehnya, tentu tidak
Tuntutlah ilmu walau di negeri cina…. Kata Nabi
Maka kenalilah dirimu, Nabimu, dan kenali pulalah Dia
Melalui iman dan ilmu, dan jadikan “tulisan sebagai karya dalam hidupmu”
Lukislah hidupmu di atas kertas putih yang bersih ini untuk mengenali kelemahan dan kelebihanmu.
Jangan pernah takut untuk bermimpi, sebab mimpimu akan di peluk oleh-Nya

INTELEKTUAL, SARJANA AKAKNKAH MENUJU GERBANG PENGANGGURAN?


FAI bisa menjadi pusat kajian studi islam

Pada tanggal 22 oktober 2011, mahasiswa Fakultas FAI semester satu, tengah mengadakan kajian studi islam.

Pada awalnya kajian tersebut di rencanakan di laksanakan di gedung E24, namun di alihkan di rumah Ibu Nurhayati, Dekan Fakultas FAI yang nota bene sebagai penggagas kegiatan, untuk lebih mengikat hubungan silahturahmi.
Kajian yang di angkat adalah Taharijul Hadits, kajian ini tidak hanya di ikuti oleh Mahasiswa FAI saja, tapi juga di ikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di Universitas Muhammadiyah Parepare dan di beritahukan dengan membagikan brosur kegiatan. Wahyu, selaku ketua panitia saat di temui Pers Pena mengatakan “kami meminta maaf kepada
ALLAZI ALLAMA BILKALAM ALLAMAL INSANA MALAM YA'LAM