Tampilkan postingan dengan label Edisi VI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edisi VI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Juli 2012

Kesan Berharga

Kembali UKM Pers PENA UMPAR menerbitkan Majalah Sahabat Pena edisi ke-lima. Meskipun demikian Kami dari seganap Anggota dan Redaksi Pena tidak serta merta merasa besar dan merasa sudah hebat. Tapi kami seyogyanya masih dan terus membutuhkan dukungan dari berbagai pihak demi lebih mengembangkan UKM ini ke depannya.
Kami berterima kasih dengan berbagai pihak yang  setia bekerja sama dan terus mendukung, dan segala saran yang di berikan kepada UKM ini. Dan kamipun minta maaf bila masih banyak kekurangan ataukah ada kesalahan di setiap detail dari apa yang kami lakukan.
Kami tahu, kami belum mampu memberikan kesempurnaan yang di inginkan oleh pembaca sekalian, namun inilah yang bisa kami lakukan. Semoga hal ini dapat bermamfaat dan dapat memberikan kesan berharga kepada para pembaca sekalian.
REDAKSI

Penggalangan Dana Mahasiswa Umpar

Parepare-Mahasiswa universitas muhammadiyah parepare kembali menunjukkan jiwa sosial mereka dengan menyelenggarakan penggalangan dana untuk korban bencana alam Angin puting beliung yang terjadi di daerah wette`e sidrap.
Sebatas pengamatan kami-Penggalangan dana tersebut berlangsung di lima titik. Di  Jl. Bau Massepe, depan Depot pertamina, perbatasan pare-pinrang, pasar senggol  dan depan kampus Universitas Muhammadiyah Parepare.
Tidak hanya turun ke jalan, tapi para aktivis kampus yang tergabung dari berbagai lembaga kampus dan juga para akademisi Universitas muhammadiyah Parepare, mengumpulkan pakaian layak pakai untuk di sumbangkan ke lokasi bencana.
Penggalangan dana tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai pada tanggal 25 sampai 27 februari dan pada tanggal 28 februari bantuan tersebut langsung di distribusikan ke lokasi kejadian.
“Kegiatan ini terlaksana tidak lain karena rasa kemanusiaan yang terlahir dalam diri kita masing-masing” kata Muh. Ramdahan.(brm.pn)

Kembali Beraksi Terkait Pak Malik

UMPAR, Setelah aksi- aksi yang kemarin tidak digubris, puluhan mahasiwa di bawah bendera Badan Eksekutif Mahasiswa, kembali melakukan aksi yang ke tiga kalinya, aksi ini di lakukan dalam rangka menyambut kuliah umun semester genap pada hari Jumat (24/2), aksi yang kembali meminta pertanggunjawaban rektor kampus terkait kehadiran Pak Malik yang telah membawa lari uang kampus.
Aksi yang diawali dengan menutup jalan keluar kampus, dengan cara menimbun kursi. Selanjutnya aksi  dilanjutkan di depan gedung rektorat dengan meneriakkan aspirasi-aspirasi mahasiswa terkait Pak Malik. Demontrasi yang

Pemuda, Budaya Sampah dan Peran Pemerintah

BANGSA Indonesia dikenal memiliki akar sejarah yang jelas, dari asal usul budayanya yang beranekaragam, bahasanya yang banyak, tertulis dan difahami oleh seluruh rakyatnya. Rasa kasih-sayang, gotong royong, semangat kolektifitas serta rasa kesopan-santuan layaknya adat ketimuran, itulah bagian dari kultur Indonesia yang dikenal sejak dahulu.

Lebih-lebih ketika masuknya Islam di bumi Nusantara, adat-istiadat itu menjadi lebih maju dan lebih berakhlaq. Para ulama zaman dahulu bahkan sangat berhati-hati menerima masuknya budaya asing. Karenanya, budaya seperti perayaan Hari Valentine’s tidak tercatat sejarah dan tidak pula pernah dijadikan kebanggakan bangsa Indonesia. Boleh dibilang, budaya ini
lebih tepat disebut bencana.

Anehnya, saat ini, di mata anak-anak muda, budaya  seperti ini cepat mewabah. Saling memberikan ucapan selamat, saling mengungkapkan rasa cinta, romantika dan segala ketulusan dengan  berbagi

Idealisme gerakan vs sistem birokrasi

 Oleh: Samuel Sahrir
Prodi Pend. Matematika
Semester VI

Berbicara tentang idealisme pergerakan,kita sangat sulit mendapat kan orang yang betul-betul idealis,hanya beberapa orang saja.Sebenarnya menjadi seorang idealis gerakan tidak sangat sulit.Yang mempersulitnya ialah sistem BIROKRASI yang menjadi lawan.kalau kita mempersentasekannya munkin berbanding 30:70 ,butuh perjuangan yang sangat keras untuk memperjuangkan sebuah gerakan anti birokrasi yang pro dengan keadilan, yang bahayanya lagi orang-orang yang berwajah dua,yang katanya memperjuangkan keadilan yang anti penindasan tapi nyatanya pro dengan kebijakan birokrasi.
Sungguh lucu anak organisasi sekarang, membawakan nama organisasi atas kepentingan individu seseorang, celakalah orang-orang seperti itu. Kata teman saya ialah “saya bukan anak gerakan tapi saya akan terus bergerak untuk perubahan” sungguh kata-kata yang luar biasa, butuh teori yang luar biasa untuk melakukan perubahan yang revolisioner……………..tetap melawan kawan ku jangan sampai kita dikalah kan oleh sistem “ini”. Jika hatimu bergetar melihat penindasan maka kau adalah kawan ku.trus bergerak dan melawan…….SALAM PEMBEBASAN…………001

Pemerintah Gagal Menjalankan Amanat Pasal 33 UUD 1945

Samuel Sahrir
Prodi Pend. Matematika
Semester VI
Bunyi pasal 33 UUD 1945 sebagai berikut .
1.       Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.
2.       Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.
3.       Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Demikian pasal 33 ayat (1), (2) dan (3) Undang-undang Dasar 1945.

Penjelasan pasal 33 menyebutkan bahwa "dalam pasal 33 tercantum dasar demokrasi ekonomi, produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua

OLIMPIADE MATEMATIKA SE-AJATAPPARENG



Tanggal 25 Februari kemarin, Himpunan Mahasiswa Matematika FKIP UMPAR yang dikenal dengan HIMA-MM FKIP UMPAR mengadakan sebuah kegiatan besar di kampus UMPAR yakni OLIMPIADE MATEMATIKA SE-AJATAPPARENG. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja terbesar HIMA_MM FKIP UMPAR. kegiatan ini dilaksanakan setiap tahunnya dan sudah menjadi program kerja jangka panjang.
Olimpiade Matematika Se-Ajatappareng diselenggarakan selama 2 hari yang dimulai tanggal 25 hingga 26 Februari 2012 di Auditorium kampus 2 UMPAR. kegiatan Olimpiade Matematika Se-Ajatappareng dihadiri oleh Perwakilan dari pemerintah kota Parepare, Dekan FKIP,

Tahukah anda apa makna WALL?

Yup. . Ia bermakna DINDING. Lalu kenapa dengan dinding?
Saya lanjutkan. .

Siapakah yang membuat FB? Mark Zuckerberg seorang berbangsa YAHUDI. Apa kaitannya WALL & YAHUDI? Kaitan keduanya sangat erat.

DINDING RATAPAN.

Didinding itu mereka menangisi dosa-dosa mereka,meluahkan harapan,ratapan dan segalanya. Itulah tujuan mereka membuat FB. Dan tanpa kita sadari, kita lebih banyak mengadu masalah diFB daripada mengadu kepada ALLAH SWT, lebih mengutamakan update status daripada shalat dan dzikir kepada ALLAH SWT.

Hati-hatilah sahabat, bisa-bisa kita nanti menjadi ''Tassyabuh'' atau menyerupai kaum lain (Yahudi). Nabi melarang dalam sabdanya:'' Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia

Apa komentarmu kali ini?

Bagaimana menurutmu keadaan sekarang ini?

Khaeruddin
IESP
Semester VI
"Kalau saya ditanya pendapat tentang keadaan kampus saat ini saya kurang tahu karena saya jarang masuk"
 





Muhaini  M
Akuntansi
Semester II
"Amburadul, tidak seimbang fasilitas dengan pembayaran"
 




Fauziah
Bahasa Inggris
Semester VI
 "Karena Saya melihat dari segi lembaga tidak kompak dan kurang bersahabat"






“Kejujuran Seorang Anak”

Ibu…
Aku merasa sendirian disini
Aku merasa kesepian tanpa ada ibu di sampingku
Tak ada orang yang memberikanku kasih sayang yang seperti ibu berikan kepadaku
Aku betu-betul merasa kesepian bu…
        Andai ibu tahu, Aku sangat merindukan dekapan dari ibu
        Andai ibu tahu, Aku sangat menderita di sini
        Makan tak teratur
        Tidur tak nyenyak
Tapi…
Itu takkan membuatku berhenti tuk berbakti kepada ibu
Aku kan terus berusaha sampai akhirnya ibu kan bangga kepada anakmu ini
Aku berjanji akan membuat ibu bahagia
        Ibu….
        Sebetulnya aku sudah banyak berbohong kepada ibu
        Tapi aku tidak bisa mengatakan itu karena aku tidak bisa meninggalkannya
        Aku tergoda dan sudah menjadi kebiasaanku bu
Ibu…
Jika aku sudah bekerja
Aku akan memperlihatkannya kepada ibu…
Aku sayang ibu
Aku cinta ibu sampai akhir hayatku

HUMOR

GADIS CANTIK
Di sebuah jalan persimpangan Bahrum dan Tiar tengah duduk bersama. mereka terlihat asyik bercanda dan tertawa ria, tidak lama kemudian seorang gadis cantik dengan gaya yang begitu trendy datang menghampiri mereka. Mereka terbelalat memandangi gadis yang tengah mencari alamat itu.
Gadis ayu nan jelita dipadu dengan suara merdu terbalut rambut yang terurai kini telah pergi setelah mereka memberikan petunjuk tentang alamat terebut.
“Masyaallah, bagaimana menurutmu gadis itu Rum”
“Hmmm, bagus”
“Iya betul itu betul” Tiar membenarkan
“Iya bagus sekali tasnya” Bahrum melanjutkan
“Hahhh….?”

TIDAK PERNAH DIADAKAN SESNSUS
Ada seorang pemuda yang tengah mencari anggota untuk komunitasnya. Namun yang iya butuhkan adalah mahasiswa yang berasal dari kampong halaman yang sama dengannya.
Setelah menempelakn brosur pencarian anggotanya, ia iseng-iseng bertanya dengan slah satu mahasiswa yang ia temui di pelataran kampus itu.
“Kira-kira saudara banyak anak kampong A disini?”
“Ahh, saya kurang tahu kak. Soalnya selama saya disini tidak pernah diadakan sensus”
Pemuda tersebut mengkerutkan keningnya lalu pergi meninggalakan area kampus tersebut.

Surat penyampaian pimpinan UMPAR kepada semua pihak terdiri dari tiga poin

Pimpinan melayangkan surat penyampaian ynag bernomor (106/II.3.AU/F/2012) kepada semua pihak yang terdiri dari 3 poin yang ditandatangani oleh Plt WR. II ahmad selao, S.T.P.,M.Sc pada tanggal 29 februari 2012 hari rabu.surat penyampaian yang ditembuskan ke para pimpinan rektor, BPH,Dekan, biro dan lembaga-lembaga menyampaikan dalam poin pertama bahwa “tidak menggunakan fasilitas kampus untuk kepentingan pribadi/keluarga atau kelompok,kecuali yang memiliki izindari pimpinan UMPAR. Poin kedua dalam hal ini memelihara keamanan dan kondusivitas kampus. Dalam surat tersebut juga menyampaikan bahwa kiranya membantu memelihara kebersihan dan keindahan kampus UMPAR (tidak membuang atau membiarkan sampahnya masuk dilokasi kampus), khususya pedagang (pemilik atau pengelolah warung) didalam atau yang berbatasan langsung dengan lokasi Kampus umpar.
Melalui surat tersebut di himbau perhatian dan kerja samanya agar penyampaian tersebut dapat di indahkan

SECUIL CINTA SANG AKTIVIS

Kalau bertanya seperti apakah seorang aktivis itu? Pasti dibenak kita yang timbul adalah Mahasiswa, sering aksi ataupun demo ,aktif oraganisasi, gemar berlembaga, meyuarakan aspirasi dengan demo ataupun media lain. Itulah sebahagian kecil penalaran orang-orang tentang seorang aktivis. Aksi adalah hobinya, berdebat adalah makanan sehari-harinya, berteori adalah kesukaannya, dan retorika adalah senjata andalannya.
Pertanyaannya kemudian bagaimanakah seorang aktivis ketika diperhadapkan dengan sebuah cinta?. Sesuatu yang jarang diperbincangkan bagi seorang aktivis seakan terkesan tidak dipedulikan. Bagaimana cinta seorang aktivis, apakah dia tetap masih mengingat yang namanya cinta ketika sudah turun kejalan -melakukan demo-?, Dapatkah dia membagi waktunya untuk urusan organisasi,

RUBRIK


DASAR-DASAR HIDUP MUSLIM, MUSLIMAH (4)/5

Dalam hidup sebagai  muslim, muslimah, maka penting adanya komitmen yang merupakan sumber dari tingkat keterlibatan kepada dasar-dasar hidup Islami sebagai berikut:

1. Komitmen Memperkokoh Sistem Gerakan.

Muslim, muslimah komitmen dalam mengokohkan sistem gerakan dakwah,  sekaligus senantiasa menyadari fungsinya sebagai subyek/petugas yang aktif menyampaikan peringatan/dakwah/tabligh Islami, baik secara perorangan mungkin juga secara berkelompok/organisasi yang rapi  di tengah-tengah umat manusia, firman-nya:

Katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepada kamu". (Q.S. Al Hajj (22): 49).

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada

loyalitas itu hadiah



John W. Gardner dalam bukunya On Leadership (Free Press, 1990) antara lain menulis : "Konstituen yang setia dimenangkan oleh mereka yang, sadar atau tidak, dinilai cakap untuk memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan mereka, ketika pemimpin terlihat seperti simbol yang mewakili norma-norma yang mereka anut, dan ketika citra sang pemimpin itu (apakah itu berkesesuaian dengan kenyataan atau pun tidak) selaras dengan mitos-mitos dan legenda yang mereka percayai".

Pernyataan itu menegaskan bahwa loyalitas adalah 'hadiah' yang diberikan oleh konstituen kepada orang yang mereka anggap pantas menjadi pemimpin mereka. Dan 'hadiah' itu diberikan berdasarkan persepsi mereka tentang kemampuan seseorang untuk mewakili mereka dalam hal tertentu. "Kemampuan" dalam hal apa? Utamanya dalam hal memberikan pemecahan masalah dan melayani kebutuhan para konstituen tersebut.

Dengan logika terbalik dapat dikatakan bahwa loyalitas bukanlah sesuatu yang dapat 'dipaksakan' seorang pemimpin kepada konstituennya. Sebab bagaimana mungkin seseorang boleh (sekalipun mungkin dapat) memaksa pihak lain untuk memberikan suatu 'hadiah' kepada dirinya? Bukankah hal itu, seperti yang biasa dilakukan oleh pejabat Orde Baru kepada kroni-kroni mereka, tidak saja lucu dan wagu, tetapi juga irrasional? Dan bukankah orang yang tidak mampu berpikir rasional tidak pernah layak kita angkat sebagai pemimpin?

Lebih jauh dapat pula dikatakan bahwa dalam hal kepemimpinan, akan lebih berguna jika kita mempelajari hal ihwal pelayanan konsumen (customer service) ketimbang banyak buku manajemen yang memperlakukan orang lain sebagai things dan bukan people (ingat, we manage things and lead people). Sebab dengan konsep-konsep pelayanan pelanggan atau konsumen seseorang dapat belajar bagaimana melayani konstituennya (baca: konsumennya). Bila tingkat kepuasan konsumen atau konstituen meningkat, maka layaklah diharapkan loyalitasnya pun naik.

Untuk dapat menciptakan konstituen yang loyal, pemimpin tak bisa lari dari kewajiban mengenali nilai-nilai dan norma-norma yang dianut konstituennya, mengetahui mitos-mitos dan legenda yang dipercayai konstituennya, dan bertindak dalam bingkai yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan mereka itu. Ibarat seorang pembicara publik yang profesional, pemimpin wajib mengenal 'audiensnya' sebelum, ketika, dan sesudah berbicara. Tanpa itu ia tidak akan didengarkan dengan sungguh-sungguh. Tanpa itu ia tidak bisa berbicara untuk menawarkan pemecahan masalah atau hal lainnya. Tanpa itu ia tidak tahu kompetensi apa yang perlu dikembangkannya. Tanpa itu ia tidak tahu visi macam apa yang akan menarik dan menggerakkan hati konstituennya. Tanpa itu ia tidak akan diikuti dengan setia.

Karena memenangkan hati konstituen, termasuk konsumen meski tak terbatas hanya itu, adalah suatu proses 'transaksi' dan mengandung unsur 'kompetisi', maka tak pelak lagi pemimpin harus memiliki kecakapan dalam hal komunikasi dan membina hubungan interpersonal. Ia terutama harus dapat menjadi pendengar yang empatik. Ia harus dapat membaca bahasa tubuh dan mata konstituennya. Ia harus mampu berbicara mewakili jeritan dan impian dari hati konstituennya (yang acap kali tak terucapkan). Ia harus bisa menuliskan pesan-pesan yang menggambarkan keinginan konstituennya. Dan seterusnya. Singkatnya, ia harus pertama-tama cukup rendah hati dan banyak mendengarkan (listening bukan sekadar hearing) konstituennya sebelum angkat bicara.

Tentu saja semua itu hanya penting kalau sang pemimpin ingin mendapatkan hadiah bernama loyalitas. Bukankah demikian?Wrd.pn
ALLAZI ALLAMA BILKALAM ALLAMAL INSANA MALAM YA'LAM