Tampilkan postingan dengan label Edisi IV. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edisi IV. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Juli 2012

TINGKATKAN KEPROFESIONALISMEAN

Ayahanda Mahsyar idris, selaku Wakil Rektor III UMPAR, saat di hubungi melalui via telepon. Untuk memberikan sepatah katanya untuk penerbitan ke empat tablid sahabat pena umpar. Beliau mengatkan bahwa pena di harapkan menjadi lembaga yang lebih mengembangkan minat dan bakat serta meningkatkan ke profesionalismean.
Sebuah saran yang memerlukan kerja keras karena menyangkut kami adalah lembaga muda dan masih pemula dalam bidang yang kami masih perlu banyak belajar tentang keprofesionalismean itu.

KAMI ADA KARENA KALIAN ADA

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ketika berkata tidak bisa yakinlah itu tidak akan bisa begitupun sebaliknya jika engkau katakan bisa yakinlah itu pasti bisa.
Dibulan januari, bulan baru dari 2012. Akankah membawa kita dan UMPAR lebih baik, begitupun dengan Bangsa dan Negarapun juga lebih baik dan yakinlah tanpa keraguan “itu pasti bisa”.
Teman-teman di UKM pers PENA UMPAR tetaplah berkarya dan jangan menyerah. UKM Pers PENA

LANGKAH PERTAMA

sudah sejak pertama hadir UKM Pers PENA UMPAR bertekat untuk menciptakan kader seorang penulis.
untuk mengaplikasikan itu semua UKM Pers PENA UMPAR mengirimkan pesertanya ke sebuah pelatihan kepenulisan yang di laksanakan oleh Forum Lingkar Pena Sulawesi Selatan di temapat wisata PUCAK, Maros.
insya allah dengan mengukuti kegiatan tersebut merupakan langakah pertama menuju ke suksesan bagi calon penulis dunia yang tergabung dalam UKM Pers PENA UMPAR

AKSI HARI ANTI KORUPSI KBM & PIKOM IMM FEKON UMPAR


Memperingati hari anti korupsi, Jumat 9 Desember 2011, Keluarga Besar mahasiswa & Pimpinan komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Parepare melakuakan aksi hari anti korupsi dengan bagi-bagi stiker anti korupsi di jalan raya. Aksi yang dilaksanakan di Jl. Jend. Ahmad yani km. 6 depan Kampus II UMPAR dimulai sekitar pukul 10.00  dan berakhir pada pukul 11.00 lewat.  Aksi  yang sebenarnya pertamanya ditujukan untuk instansi-instansi yang ada di Kota Parepare, tapi karena terkendala sesuatu hal maka aksi ini dialihkan di depan Kampus II Umpar. Aksi yang dilaksanakan kurang lebih satu jam ini ditujukan kepada mobil berplat merah yang lalu lalang didepan kampus

NONTON BARENG DITAHUN BARU

Dalam rangka menyambut tahun baru masehi, komesariat IMM mengatakan sebuah kegiatan nonton bareng bertempat di Auditarium kampus II Universitas Muhammadiyah Parepare. Kegiatan ini berawal dari sebuah diskusi yang diikuti oleh semua Komesariat IMM Umpar.

Harapan Di Balik Harapan

Setiap awal tahun, akan selalu di barengi dengan sebuah harapan baru. Harapan dengan adanya peningkatan dari tahun kemarin. Di Koran FAJAR misalnya, mimbar demokrasi yang di sediakan pihak redaksi FAJAR yang berda pada halaman Opini, yang mana mimbar tersebut memberikan kesempatan untuk para pembaca untuk melontarkan ide, gagasan, masukan, ataupun kritikan yang membangun.
Pada tanggal 26 sampai dengan 31 desember 2011 lalu. Redaksi FAJAR, mengangkat tema “Harapan Baru Di Tahun Baru”. dan tidak main-m,ain. Tema yang menjadi topik penulisan yang berlangsung selama enam kali penerbitan. Menghasilkan banyaknya harapan-harapan dari kalangan pembaca Koran FAJAR.
Seperti misalnya Romi Rukmana, dari Palopo, berharap akan adanya kedamaian di Indonesia dan tidak ada lagi koruptor baru yang muncul (Opini Fajar, Rabu, 28 Desember 2011). Sebuah harapan yang sungguh jauh dari kata main-main. Sebuah harapan yang hampir mustahil akan terlaksana.
Bagaimana tidak, korupsi sudah menjadi kejahatan mendarah daging dari pelakunya. Bahkan UU No 30 Tahun 2002 meletakkan korupsi sebagai extra ordinary crime (kejahatan luar biasa). Sama dan setaraf dengan terorisme (Opini Fajar, H. Abustan, praktisi hukum, 30 desember 2011). Sebuah kejahatan yang sungguh luar biasa. Sehingga perlu penanganan yang sangat luar biasa juga. Mari kita tengok cina, vonis mati sudah menjadi harga mati bagi para koruptor.
Harapan lain di hadirkan Andi Savina, seorang mahasiswi STIEM YPUP. Yaitu sebuah harapan akan terbukanya lapangan pekerjaan. Dengan harapan di balik harapan, bila lapangan pekerjaan terbuka luas. Maka tidak ada lagi kerusuhan dimana-mana. Dan pada dasarnya itulah yang menjadi harapan bersama rakyat Indonesia tentunya.
Refleksi Tahun Baru
Sangat wajar. Bila tahun baru selalu di barengi dengan sebuah harapan baru. meski pada dasarnya harapan serupa sudah menjadi sebuah harapan pada tahun baru kemarin. Dan jika itu benar berarti harapan tersebut belum bisa terealisasikan. Karena masih menjadi sebuah pekerjaan rumah pada tahun berikutnya.
Lantas apa yang harus di lakukan? Haruskah kita berdiam diri dan mengisap jempol saja. Tentu tidak!. Kita harus merealisasikan harapan tersebut. Kita mesti mau menjadikan harapan itu manjadi sebuah kenyataan. Bukan hanya menjadi mimpi dikala terjaga. Dan itu masti di mulai pada diri pribadi.
Jika kita berkata mau. Seperti apa wujud dari mau itu? Salah seorang dosen STAI DDI AD Mangkoso pernah mengatakan bahwa mau itu adalah Mesti Ada Usaha. Sehingga dapat di tarik kesimpulan bahwa yang mengatakan mau tapi tidak memiliki sebuah usaha maka itu sama saja dengan nihil.
Tindakan korupsi misalnya. Di tengah-tengah kita barangkali ada sebuah tindakan korupsi (meski masih dalam skala kecil-kecilan) kita malah membiarkannya berbunga dan menebarkan harum kesengsaraan. Jika memang ada yang demikian. Mana refleksi dari sebuah harapan besar tadi?. Yang mendambakan Indonesia yang bersih dan terbebas dari korupsi. Itukan sama halnya mengosongkan mimpi. Bila memang sudah cukup bukti. Mari kita bertindak. Jadilah racun bagi tikus-tikus busuk yang licik itu.
Ada sekian banyak harapan yang menjadi batu tumpuan kiat masing-masing. Yang menjadi tujuan besar kedepannya. Di atas merupakan harapan besar masyarakat Indonesia. Dan perlu di pahami bahwa. Tidak hanya di pundak aparatur terkait setiap urusan di bebankan. Kitapun mesti turut andil dan membantu
Membuka Catatan Lama.
Lembaran baru 2012 memang telah terbuka. Menutup lembaran demi lembaran tahun 2011. Namun perlu di pahami bahwa, walaupun demikian. Semestinya catatan-catatan selama di tahun 2011 dapat menjadi acuan tindakan di tahun 2012. Tidak hanya menjadi pajangan di perpustakaan masa.
Kita mesti tahu, apa yang telah di lakukan dan sudah maksimalkah itu di tahun 2011 kemarin. 2011 mesti menjadi bahan evaluasi baik untuk diri apalagi untuk sesama. Misalnya, bagaimana teknik belajarnya kita sebagai mahasiswa? Sudah maksimalkah itu? Kalau belum mari kita maksimalkan. Dan apabila sudah maksimal, mari kita tampilkan kiat-kiat yang baru yang mampu memberikan nilai plus plus dan plus untuk kita.
Mengutip sambutan ayahanda Rektor Umpar, pada saat penerbitan perdana Tabloid Sahabat Pena oleh UKM Pers PENA UMPAR yang mengatakan bahwa dosen hanya bisa memberikan ilmu sekitar 20% saja dan 80%nya mesti di cari sendiri oleh mahasiswa. Sehingga dapat di simpulkan bahwa keberhasilan mahasiwa tidaklah terlalu di pengaruhi oleh proses belajar mengajar di kampus. Tapi bagaimana mahasiswa mengembangkan prosesitu menjadi sebuah kajian besar. Setidaknya untuk diri sendiri. Dan Pimpinan serta dosenpun mesti memberikan dukungan penuh dengan kegiatan mahasiswa dalam pengembangan dirinya itu. Agar nantinya alumnus dari UMPAR mampu memberikan nilai positif di mata masyarakat.
Catatan Akhir Tahun UKM Pers Pena
Di dalam buku catatan UKM Pers Pena terdapat beberapa kejadian yang sempat dimuat ke dalam majalah. Antara lain:
1.    Masta dan Pesantren Mahasiswa angkatan 2011
Pada tanggal 4 September 2011, BEM UMPAR menyelengarakan program kerjanya setiap tahun yakni masa ta’aruf (Masta). Setelah selesai masta dilanjutkan dengan pesantren mahasiswa. Kegiatan tersebut diselenggarakan di kampus II UMPAR. Kegiatan berlangsung selama 1 minggu. Masta selama 3 hari yakni tanggal 4-6 September 2011 dan pesantren selama 4 hari yakni tanggal 7-10 September 2011. Peserta kegiatan yakni mahasiswa baru angkatan 2011.
2.    Milad UKM. Seni Budaya Walasuji UMPAR
Tanggal 8 Oktober 2011 di auditorium kamus II UMPAR. Peringatan hari jadi UKM. Seni Budaya

IBU DAN ORGANISASI

Pengingat bagi kita semua
Oleh : Satta Said
Prodi : Pend. Matematika
Semester V

Orang bilang anakku seorang aktivis . Kata mereka namanya tersohor dikampusnya sana .
Orang bilang anakku seorang aktivis. Dengan segudang kesibukan yang disebutnya amanah umat .
Orang bilang anakku seorang aktivis .Tapi bolehkah aku sampaikan padamu nak ? Ibu bilang engkau hanya seorang putri kecil ibu yang lugu.

Anakku, sejak mereka bilang engkau seorang aktivis ibu kembali mematut diri menjadi ibu seorang aktivis .Dengan segala kesibukkanmu, ibu berusaha mengerti betapa engkau ingin agar waktumu terisi dengan segala yang bermanfaat. Ibu sungguh mengerti itu nak, tapi apakah menghabiskan waktu dengan ibumu ini adalah sesuatu yang sia-sia nak? Sungguh setengah dari umur ibu telah ibu habiskan untuk membesarkan dan menghabiskan waktu bersamamu nak,tanpa pernah ibu berfikir bahwa itu adalah waktu yang sia-sia.

Anakku,kita memang berada disatu atap nak, di atap yang sama saat dulu engkau bermanja dengan ibumu ini. Tapi kini dimanakah rumahmu nak? ibu tak lagi melihat jiwamu di rumah ini. Sepanjang hari ibu tunggu kehadiranmu dirumah, dengan penuh doa agar Allah senantiasa menjagamu. Larut malam engkau kembali dengan wajah kusut. Mungkin tawamu telah habis hari ini, tapi ibu berharap engkau sudi mengukir senyum untuk ibu yang begitu merindukanmu. Ah, lagi-lagi ibu terpaksa harus mengerti, bahwa engkau begitu lelah dengan segala aktivitasmu hingga tak mampu lagi tersenyum untuk ibu. Atau jangankan untuk tersenyum, sekedar untuk mengalihkan pandangan pada ibumu saja, katamu engkau sedang sibuk mengejar deadline. Padahal,andai kau tahu nak, ibu ingin sekali mendengar segala kegiatanmu hari ini, memastikan engkau baik-baik saja, memberi sedikit nasehat yang ibu yakin engkau pasti lebih tahu. Ibu memang bukan aktivis sekaliber engkau nak, tapi bukankah aku ini ibumu? yang Sembilan bulan waktumu engkau habiskan didalam rahimku..

Anakku, ibu mendengar engkau sedang begitu sibuk nak. Nampaknya engkau begitu mengkhawatirkan nasib organisasimu, engkau mengatur segala strategi untuk mengkader anggotamu. Engkau nampak amat peduli dengan semua itu, ibu bangga padamu .Namun, sebagian hati ibu mulai bertanya nak, kapan terakhir engkau menanyakan kabar ibumu ini nak? Apakah engkau mengkhawatirkan ibu seperti engkau mengkhawatirkan keberhasilan acaramu? kapan terakhir engkau menanyakan keadaan adik-adikmu nak? Apakah adik-adikmu ini tidak lebih penting dari anggota organisasimu nak?

Anakku,ibu sungguh sedih mendengar ucapanmu. Saat engkau merasa sangat tidak produktif ketika harus menghabiskan waktu dengan keluargamu. Memang nak,menghabiskan waktu dengan keluargamu tak akan menyelesaikan tumpukan tugas yang harus kau buat, tak juga menyelesaikan berbagai amanah yang harus kau lakukan. Tapi bukankah keluargamu ini adalah tugasmu juga nak? bukankah keluargamu ini adalah amanahmu yang juga harus kau jaga nak?

Anakku, ibu mencoba membuka buku agendamu. Buku agenda sang aktivis. Jadwalmu begitu padat nak, ada rapat disana sini, ada jadwal mengkaji, ada jadwal bertemu dengan tokoh-tokoh penting. Ibu membuka lembar demi lembarnya, disana ada sekumpulan agendamu, ada sekumpulan mimpi dan harapanmu. Ibu membuka lagi lembar demi lembarnya, masih saja ibu berharap bahwa nama ibu ada disana. Ternyata memang tak ada nak,tak ada agenda untuk bersama ibumu yang renta ini. Tak ada cita-cita untuk ibumu ini. Padahal nak, andai engkau tahu sejak kau ada dirahim ibu, tak ada cita dan agenda yang lebih penting untuk ibu selain cita dan agenda untukmu, putri kecilku..

Kalau boleh ibu meminjam bahasa mereka, mereka bilang engkau seorang organisatoris yang profesional. Boleh ibu bertanya nak, dimana profesionalitasmu untuk ibu ? dimana profesionalitasmu untuk keluarga? Dimana engkau letakkan keluargamu dalam skala prioritas yang kau buat?.

Ah, waktumu terlalu mahal nak. Sampai-sampai ibu tak lagi mampu untuk membeli waktumu agar engkau bisa bersama ibu..

“Setiap pertemuan pasti akan menemukan akhirnya. Pun pertemuan dengan orang tercinta, ibu, ayah, kakak dan adik. Akhirnya tak mundur sedetik tak maju sedetik. Dan hingga saat itu datang, jangan sampai yang tersisa hanyalah penyesalan. Tentang rasa cinta untuk mereka yang juga masih malu tuk diucapkan .Tentang rindu kebersamaan yang terlambat teruntai."

Selalu SEMANGAT berorganisasi dan Berikan yang paling berarti dan bermanfaat untuk orang-orang yang menyayangi kita. Ibu, Anakmu akan pulang minggu ini......

STUDY BANDING HMJ AKUNTANSI FEKON UMPAR, PERERAT TALI PERSAUDARAAN ANTAR MAHASIWA AKUNTANSI

Dalam rangka melaksanakan program kerja Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Parepare, Divisi Humas HMJ Akuntansi FEKON UMPAR melaksanakan Study Banding HMJ Akuntansi di Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH Makassar) pada hari Jumat 2 Desember samapai dengan 3 Desember 2011, dengan tema “Menjalin silaturrahmi dengan mengeksplorasikan intelektual dan kreativitas dalam proses akademik dan organisasi”
Tujuan dari pelaksanaan study banding ini adalah, selain untuk membandingkan kampus kita, UMPAR

Logaritma HIMA Matematika UMPAR

Ada tanggal 18 sampai dengan 25 desember 2011, Himpunan Mahasiswa Matematika Universitas Muhammadiyah Parepare. Mengadakan sebuah Lomba Olah Raga dan Kreatifitas Mahasiswa (LOGARITMA).
Cabang olah raga yanSepak Takraw, Tarik Tambang, Catur dan Tenis Meja. Sumber dana yang di pakai berasal dari Pemerintah Kota, Rektor Umpar, Dekan Fakultas FKIP dan Sostro.

REFLEKSI FUNGSI JILBAB


 Oleh : Bahrum Pena

Jilbab lagi-lagi jadi topic pembicaraan, busana muslim wanita yang satu ini kini dipertanyakan. Bagaimana tidak, jilbab yang dulunya sebagai penutup aurat bagi wanita kini berubah fungsi menjadi ajang untuk pamer mode. Jilbab yang seharusnya menjadi benteng pelindung bagi kaum hawa, kini menjadi bahan komersialisasi. Banyak juga wanita sekarang yang berjilbab tapi justru tidak memperhatikan etika dan aturan berjilbabnya
Bebicara mengenai jilbab, pasti banyak orang yang tahu bahwa jilbab itu sangatlah banyak manfaatnya bagi kaum hawa. Selain untuk mempercantik diri , jilbab juga untuk menutup aurat sesuai dengan hadist Rasulullah SAW yang mengatakan bahwa “semua umat muslim lebih khususnya

Apa komentarmu kali ini?


NOLO' MUDAPAT

aduh…. Hidup ini ko menjadi rumit sih…..
tidak ada yang berarti telah kuperbuat
tugas kuliah tidak ada yang selesai
bahkan tidur dan makan pun tidak ada yang beres
    mandi tidak menentu
    makan tidak beres
    tidur pun tidak ada yang jelas
    nolo Mudapa………
ngeeeek… kata yang pantas untukku
kasian dan caci maki hanya untukku
manusia paling sial
manusia paling amburadul
    begadang distiap malam
    ditemani rokok dan kopi hasil ngutang
    tidur dari pagi hingga siang
    Nolo mudapa………

Senin, 09 Juli 2012

AGENDA MEMERANGI ISLAM

Oleh : Muhammad Ramdhan
Jurusan Bhs. Inggris 
Semester VII

Sebuah kajian dari Kitab Hayatu Muhammad
Tulisan ini sebagai persembahan pada 10 Muharram 1432 Hijriah / 6 Desember 2011
Tentu kita mengenal Muhammad SAW, sebagai nabi yang mulia pembawa ajaran islam. Setiap harinya ketika pagi menjebak malam, muadzin disetiap mesjid dan mushallah akan menyerukan panggilan Tuhan yang disertai penyebutan nama agung Muhammad sebagai nabi dan rasul Allah, kepada setiap makhluk insani untuk mendirikan shalat sebagai bentuk ketundukan  kepada Pencipta. Begitupun ketika matahari hendak meninggalkan siang, dhuhur, ashar, maghrib dan isya ratusan

RUBRIK


Dalam hidup sebagai  muslim, muslimah, maka penting adanya komitmen yang merupakan sumber dari tingkat keterlibatan kepada dasar-dasar hidup Islami sebagai berikut:

1. Komitmen Berpaham Agama Islam yang bersumber pada Qur’an dan    Hadits yang dijalankan dengan  akal yang meyakini Qur’an dan   Hadits.

Dalam hidup sebagai  muslim, muslimah, yang paling fundamental harus berdasarkan pada keyakinan, pemahaman, dan pengamalan Islam yang bersumber pada Qur’an dan Hadits yang dijalankan dengan  akal yang meyakini Qur’an dan Hadits. Pemahaman tersebut meliputi seluruh
ALLAZI ALLAMA BILKALAM ALLAMAL INSANA MALAM YA'LAM