UMPAR-
Parepare, 24 Januari 2012
“Umpar
berdasarkan data yang diperoleh, dikabarkan akan mendapatkan bantuan
pembangunan Rumah Susun Mahasiswa (RUSUNAWA), namun kehadiran “pak malik”
ternyata menghambat proses yang dimaksud”, tegas Tri Sutrisno dalam pembukaan
orasinya yang juga menjabat sebagai ketua BEM Fakultas Teknik. Menurutnya
Rektor Umpar telah mengambil
keputusan yang keliru dengan menjalin kerja sama dengan “pak malik” yang diketahui sebagai orang yang bermaksud “jahat”.
keputusan yang keliru dengan menjalin kerja sama dengan “pak malik” yang diketahui sebagai orang yang bermaksud “jahat”.
Ditambahkan
oleh Azwar B yang juga selaku Jendlap
aksi, membenarkan bahwa kehadiran
“pak malik” dianggap membawa masalah yang cukup besar, pengeluaran anggaran
yang nominalnya cukup tinggi tidaklah sesuai dengan kondisi pembangunan kampus
yang masih membutuhkan banyak gedung.
“Dia
datang ke kampus Umpar dengan banyak kebohongan, itu berdasarkan temuan dari
mahasiswa yang mencoba melakukan penyelidikan terhadap latar belakang “pak
malik”, dengan diterimanya melakukan beberapa urusan kampus adalah bukti bahwa
pimpinan dengan sangat mudah untuk tertipu” tambah Irman Suryono dengan sedikit
emosional.
Rektor
Umpar, Drs. Syarifuddin Yusuf dalam penjelasannya memberikan klarifikasi
terhadap beberapa pertanyaan massa aksi. Menurutnya permasalahan dalam kampus
adalah keprihatinan kita bersama dan harapannya mahasiswa ikut mendoakan agar
dalam pengurusannya dapat segera terselesaikan. Namun tambahnya, pelanggaran
yang dituduhkan mahasiswa perlu dicermati dengan baik dan factual.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar