Selasa, 17 Juli 2012

Antara Nilai Dan Prestasi

Semester adalah medan perang. Apabila semester akan dimulai. Para kesatria kampus akan siap siaga. Walau masih dalam skala kecil di bandingkan ujian meja untuk skripsi. Berbagai strategi di luncurkan untuk menyayat berbagai soal-soal yang ada. Mulai dari belajar semalaman di temani kopi sebagai penahan kantuk. Lemabaran-lembaran buku dan catatan kuliah di buka. Bahkan mungkin penyakit SMA masih ada. Yaitu “catatan iblis” di balik sobekan kertas kecil.
Tugas yang belum selesai jadi sasaran empuk “Si Tuan Begadang”. Apalagi kalau syarat mengikuti final adalah terkumpulnya tugas tersebut. Mahasiswapun rela begadang semalaman demi tugas tersebut. Tak perduli nanti bagaimana hasilnya.
Tidak perduli apakah materi yang ada dalam tugas itu sudah di kuasai atau belum. Yang jelas demi masuk final semua akan di lakukan.
Sistem ”kepepet” seperti di atas menjadi budaya tersendiri. Agar nilai akademik tetap jalan walau hasil belum tentu memuaskan. Bahkan ada yang meminta jawaban dan rela berbagi jawaban dengan teman yang dekat dengan tempat duduknya. Belum lagi jelajah sms saat ujian berlangsung. Pertanyaan dalam lembaran soal di sms ke seorang bahkan mungkin banyak teman yang ada di luar ruangan tersebut. Agar dapat di bantu mencarikan jawabannya. Itu semua demi nilai.
Ada sebuah kelakar yang mengatakan bahwa pertanyaan dalam lembaran soal itu sebenarnya sangatlah mudah. Yang susah hanyalah jawabannya.
Tidak bisa di pungkiri bahwa itu adalah salah satu stigma yang menggrogoti pikiran mahasiswa bahwa menjawab soal ujian itu sangatlah susah. Bukannya mudah. Tidak mengherankan bila berbagai kecurangan akan di lakukan demi mendapat jawaban yang pas untuk setiap soal. Karena di pikiran Cuma satu “menjawab soal itu susah”. Atau barang kali memang sampai di situ saja kemampuan mahasiswa. Tidak ada bedanya dengan anak SMA atau barang kali anak SMA lebih baik. Hanya kebetulan saja kita lebih dulu menduduki bangku kuliah.
Setelah semester berlalu. Nilai ujian mulai di cari. Bagaimankah hasilnya. Memuaskan?. Alhamdulillah. Namun, melihat fenomena di atas, apakah nilai yang tinggi hasil dari tiap semester dapat menjamin mahasiswa tersebut di katakan berprestasi?.(002)

Tidak ada komentar:

ALLAZI ALLAMA BILKALAM ALLAMAL INSANA MALAM YA'LAM