Selasa, 17 Juli 2012

REFLEKSI FUNGSI JILBAB


 Oleh : Bahrum Pena

Jilbab lagi-lagi jadi topic pembicaraan, busana muslim wanita yang satu ini kini dipertanyakan. Bagaimana tidak, jilbab yang dulunya sebagai penutup aurat bagi wanita kini berubah fungsi menjadi ajang untuk pamer mode. Jilbab yang seharusnya menjadi benteng pelindung bagi kaum hawa, kini menjadi bahan komersialisasi. Banyak juga wanita sekarang yang berjilbab tapi justru tidak memperhatikan etika dan aturan berjilbabnya
Bebicara mengenai jilbab, pasti banyak orang yang tahu bahwa jilbab itu sangatlah banyak manfaatnya bagi kaum hawa. Selain untuk mempercantik diri , jilbab juga untuk menutup aurat sesuai dengan hadist Rasulullah SAW yang mengatakan bahwa “semua umat muslim lebih khususnya
wanita diharuskan menutup aurat. Aurat wanita itu sendiri adlah semua anggota tubuh kecuali wajah dan tangan, tapi kenyataannya sekarang, jilbab tidak sesuai lagi dengan fungsinya yaitu menutup aurat tapi justru dijadikan sebagai ajang mode atau bergaya. Contoh misalnya, sekarang kan lagi terkenal (nge-trend) jilbab yang dinamai dari salah satu nama artis yaitu “jilbab Marshanda”. Ada juga yang disebut “jilbab Manohara” yang kemarin-kemarin sempat nge-trend juga. Kalau begini kejadiannya, jilbab hanya digunakan sebagai bahan komersialisasi suatu individu atau kelompok semata.
Sekarang ini yang menjadi permasalahan yang tak kalah pentinnya adalah banyaknya wanita muslim yang bejilbab tapi justru mempertontonkan auratnya. Mengapa dikatakan demikian? Karena kenyataannya sekarang banyak perempuan yang berjilbab tapi aurat yang lainnya tidak tertutupi. Contoh misalnya, ada perempuan yang berjilbab tapi bajunya masih ketat dan transparan. Adapula yang berjilbab tapi roknya masih pendek.
Satu hal yang penting yang harus diketahui bahwa bedakan antara menutup dengan membungkus. Kalau menutup, semuanya tertutupi tak ada yang kelihatan, tapi kalau membungkus, memang menutupi tapi bentuk dari apa yang ditutupi itu masih terlihat. Inilah yang terjadi sekarang pada sebagian besar kaum hawa, ia beranggapan bahwa ia menutup aurat tetapi yang terjadi dia hanya membungkus saja karena ia berpakaian tapi masih memperlihatkan bentuk lekuk tubuhnya. Kalau seperti demikian dapat dikatakan bahwa dia berjilbab hanya nama saja tapi kenyataanya dia justru memperlihatkan auratnya secara tidak langsung. Bahkan segelintir orangberkata bahawa dia “berjilbab tapi telanjang” bahasa kasarnya
Jadi, mengenai jilbab yang hanya dijadikan sebagai ajang mode ataupun bahan komersialisasi itu boleh-boleh saja yang penting tidak menyalahi aturan dan etika berjilbab itu sendiri. Kalaupun masalah mengenai bejilbab tapi bajunya ketat, transparan  ataupun sebagainya itu sama saja bohong namanya karena dia hanya menggunakan jilbab sebagi lambang saja tetapi auratnya masih terlihat.

Tidak ada komentar:

ALLAZI ALLAMA BILKALAM ALLAMAL INSANA MALAM YA'LAM