Senin, 09 Juli 2012

Jejak Petualang


Berawal dari niat ku rela meninggalkan jejak petualangan ku di desa yang di penuhi pepohonan dan gunung, demi mengaduh ilmu dan iman yang masih runtuh.
Di kota tempaku mengaduh ilmu ini, ada dua sahabat yang tidak pernah lepas dan meninggalkanku, ia adalah kelaparan dan penderitaan, walau ia selalu membuatku lemah dan sakit, tetapi ia tetap ku terima kehadirannya di sejarah hidupku, sebab ia bukanlah penghalang untuk mengejar harapan yang masih ada dalam mimpiku.
Kehadiran ku di kota ini, di ibaratkan seekor kucing yang ingin menncari sesuap nasi untuk anak-anaknya.
Aku hadir di kota ini bukan untuk menyiakan roda waktu yang selalu berjalan, akan tetapi aku ingin meninggalkan tempat ini dengan segudang ilmu, dengan segudang ilmu dan iman, untuk mewujudkan harapan dan impian yang masih ada dalam mimpiku yang di sambut dengan senyuman dan do’a dari yang menghadirkanku di dunia yang penuh dengan derama in.

Tidak ada komentar:

ALLAZI ALLAMA BILKALAM ALLAMAL INSANA MALAM YA'LAM