Senin, 09 Juli 2012

BONGSAI INTELEKTUAL DI KAMPUS BIRU oleh: AZWAR BADO’

“Hormati dan cintailah kaum intelektual dan cintailah kaum INTELEKTUAL agar kita menjadi INTELEK, jika engkau dengki terhadap orang INTELEK kamu akan menjadi orang bodoh”
Pertemuan saya dengan kawan-kawan UKM PERS PENA yang menyampaikan kepada saya tema EDISI KE II dengan tema “KORBAN INTELEKTUAL” membuat akal saya merefleksi kezaman awal saya menginjakkan kaki di kampus biru ini. Ya….. LPKM, di sana saya dan ratusan mahasiswa baru setiap saat di bisikkan dan di teriakkan kata “INTELEKTUAL” sebagai bagian yang tidak bisa di pisahkan dari kata “MAHASISWA”. Saya sangat  yakin bahwa setiap zaman, generasi, bahkan peradaban akan melahirkan aktivis intelektual atau intelektual aktivis. Kita masih ingat di masa perjuangan kemerdekaan, semua intelektual adalah pejuang atau aktivis baik yang sekuler maupun agamais.
Ada yang berpendapat bahwa ketika ada sebuah perjuangan dengan sendirinya akan lahir lapisan aktivis intelektual.
Back to our campus.  yang menjadi pertanyaan bagi kita semua, apakah di kampus biru ada perjuangan? Apakah di ampus biru kita ada aktivis intelektual?. Dalam suatu kampus yang mapan akan sulit di jumpai aktivis intelektual, orang di kampus yang kita cintai ini lebih senang berlomba-lomba meraih karier dan jabatan birokrasi, dan tidak sedikit aktivis mahasiswa yang melakukan hal tersebut.
Organisasi mahasiswa sebagai wahana perjuangan mahasiswa dikampus ini dibangun oleh mereka yang berjiwa besar dan intelektual sejati, pun demikian diurus oleh para aktivis yang tidak akrab dengan buku-buku dan miskin konsep. Dikampus ini tidak sempat tumbuh subur intelektual tersebut disebabkan beberapa factor, salah satunya adalah kita lebih senang’’ berpidato’’ daripada melakukan pidato itu ataupun sebaliknya, kita bekerja tanpa dasar konsep yang jelas. Masalah mahasiswa dikampus ini adalah masih kuatnya pandangan gaya hidup yang berjangka pendek. Olehnya itu, perubahan harus dikedepankan, perubahan berarti mengadakan perubahan paradigma. Mahasiswa mestinya menanamkan intelektual From Within (intelektual hati nurani) sebagai langkah awal perubahan paradigma dikampus biru yang mulai terbongsai oleh kerangkeng besi rasional para birokrat kampus.
Saya ingin mengajak teman-teman mahasiswa merefleksi peran kita sebagai mahasiswa yang dididik menjadi calon-calon intelektual. Kita harus menelaah falsafah kita sebagai mahasiswa yaitu:
1.    Mandiri secara intelektual
2.    Toleran terhadap perbedaan pendapat
3.    Membebaskan diri dari dogmatis “usang”
4.    Penilaian yang kritis
Mudah- mudahan dengan pengkajian tentang intelektual didunia mahasiswa dapat membawa kita kepada perubahan keyakinan dan nilai- nilai dasar seorang mahasiswa yang pada akhirnya mempengaruhi kearah tatanan kemahasiswaan yanglebih baik.
SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA.
Hidup Mahasiswa…….
Hidup Rakyat………
NB: Intelektual = cerdas, berakal, dan berfikiran jernih berdasarkan ilmu pengetahuan.

Tidak ada komentar:

ALLAZI ALLAMA BILKALAM ALLAMAL INSANA MALAM YA'LAM