Senin, 09 Juli 2012

Alamamater 2010 Menemukan Solusi

Sudah setahun lebih mahsiswa 2010 tidak menggunakan almamater yang merupakan suatu simbolis/identitas mahasiswa UMPAR. Badan eksekitif mahasiswa Universitas Muhammadiyah Parepare (BEM UMPAR yang selaku penanggung jawab atas keterlambatan salah satu hak mahasiswa ini, membuka dialog kepada mahsiswa 2010 menyangkut tuntutan mahasiswa 2010 terkait alamater yang belum di bagikan sejak setahun yang lalu. pertemuan singkat yang dilaksanakan pada 12 Oktober 2011 (RED). Menemuka solusi bahwa mahasiswa 2010 diharapkan bersabar hingga bulan Desember 2011 karena konfeksi yang baru berjanji akan menyelesaikan Almamter 2010 sebanyak 1200 potong jas biru kesayangan UMPAR ini.
Tidak ada niat dari BEM UMPAR untuk membawa lari uang jas alamamater namun kendala yang dialami oleh BEM UMPAR ialah konfeksi yang pertama mengalami kecelakaan berupa kebakaran pada tempat penjahit jas ini, sehingga rencana keluarnya almamaterpun tertunda. Amiruddin tarawe yang nota bene kader Muhammdiyah ini yang menjadi perantara anatara konfeksi dan pihak BEM UMPAR sempat dicurigai akan membawa lari uang, namun waktu ditemui di toko buku Alfarabi depan UMPAR beliau mengatakan akan menggantikan uang tersebut di akhir bulan november sejumlah 39 juta yang telah diambil sebagai uang muka pada saat setelah masa ta'aruf 2010. "kain jas alamamater ini sudah dibeli dan dipotong sesuai pola jas alamamater dari hasil uang muka tadi, namun kecelakaan tidak ada yang minta yaitu kebakaran" kata pak amir yang sekarang berkecimpun di salah satu pertai politik.

pihak BEM UMPAR di temui di sekertariatnya mengungkapkan bahwa uang jas alamamater bukan mereka yang pegang namun yang memegangnya adalah pimpinan UMPAR dan pimpinan tidak mau mengeluarkan dana untuk pihak BEM UMPAR apabila jas alamater ini tidak diselesiakan secepat mungkin.
Mahasiswa 2010, telah menyetujui kesepakatan dengan pihak BEM pada pertemuan dialog mengenai permasalahan ini, namun salah satu perwakilan dari mahasiswa 2010 masih meragukan tentang kesepakatan tersebut, hingga penandatanganan surat kesepakatan karena pihak BEM yaitu Marfin selaku peresiden mahasiswa  bertandatangan akan lepas tanggung jawab setelah kepengurusannya selesai di awal bulan ini. bahkan mahasiswa 2010 mengungkapkan bahwa "saya takut kalau presiden selanjutnya tidak akan bertanggung jawab karena ini bagaikan titipan dosa untuk pengurus selanjutnya" kata mahasiswa yang sering disapa Ippang fakultas ekonomi jurusan studi pembangunan ini. namun Marfin dan Aswar selaku menteri internal berani dilaporkan kepada pihak kepolisian ketika dia tidak bertanggung jawab mengenai permasalahan ini walaupun BEM yang selanjutnya mengambil alih alamamater ini.
Pak rahmat  adalah pemilik kofeksi rahmat yang telah menggantikan konfeksi pertama di temui di kediaman wakil rektor III akan menyelesaiakan alamater ini "insya Allah akan selesai alamamater sebanyak 1200 pada akhir bulan desember apabila pihak BEM memberi kepercayaan kepada kami untuk menyelesaikannya" ungkap Pak Rahmat selaku konfeksi dari makassar yang akan mencetak jas ini. "saya telah dua kali mengambil alih jas alamater di umpar dari dua tahun yang lalu dan tidak pernah menemukan masalah" tambahnya.

Tidak ada komentar:

ALLAZI ALLAMA BILKALAM ALLAMAL INSANA MALAM YA'LAM